Buku Modul
Versi lengkap dapat menghubungi alamat yang tertera pada laman website
Peneliti: Dessy F, Yudha PH, Nur Alvira, Dwi Herniti
KATA PENGANTAR
Pada tahun anggaran 2013 Balai
Sosial Ekonomi Lingkungan Bidang Permukiman melaksanakan kegiatan merumuskan model pengukuran
kerentanan masyarakat terkait dampak perubahan iklim di daerah rentan air minum
dan sanitasi. Hasil kegiatan tersebut adalah menghasilkan rumusan
penghitungan tingkat kerentanan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Guna
mempermudah dalam proses pengukuran maka di buat suatu Sofware. Panduan ini
disusun untuk memberikan arahan kepada pengguna (instansi di tingkat pusat
maupun daerah) mengenai bagaimana cara menggunakan software ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Perubahan iklim menurut DNPI dalam Final Report 2010, sudah terjadi dan ditandai dengan cuaca
ekstrim, meningkatnya permukaan air laut dan suhu udara, pergeseran musim dan
perubahan intensitas curah hujan. Perubahan iklim terjadi secara global dan
menimbulkan dampak baik secara langsung maupun tidak
langsung.Dampak perubahan iklim terhadap kemampuan siklus hidrologi suatu
wilayah, akan menentukan ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan manusia.
Perubahan ini dapat mengakibatkan dua keadaan ekstrem yaitu peningkatan kondisi
kekeringan yang mengurangi ketersediaan air tanah secara alami, dan juga terjadinya intensitas hujan yang tinggi. Perubahan
iklim berpengaruh pada kehidupan manusia, khususnya pada masyarakat kurang
mampu yang penghidupannya tergantung pada sumber daya alam.
Besarnya dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim
membutuhkan langkah antisipatif yang efektif melalui upaya adaptasi. Upaya ini
dilakukan guna mengurangi dampak dan
beradaptasi terhadap perubahan iklim di lingkungan dan di masyarakat. Upaya
tersebut diimplementasikan dalam pengarusutamaan strategi adaptasi ke dalam
kebijakan tiap sektor di tingkat pusat dan daerah, melalui program dan kegiatan
yang tanggap terhadap perubahan iklim.
Intergovernmental Panel for
Climate Change (IPCC, 2001), merumuskan
kerentanan terhadap perubahan iklim di pengaruhi oleh 3 faktor yaitu: paparan,
kapasitas adaptasi dan sensitivitas. Mengacu dari hal tersebut, Balai
Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkungan Bidang Permukiman,
Puslitbang Sosekling, Balitbang, Kementerian PU, menyusun konsep pedoman tingkat kerentanan masyarakat
menghadapi perubahan iklim dalam bidang permukiman. Untuk mempermudah proses pengukuran, maka tim peneliti membuat software pengukuran tingkat kerentanan.
1.2. Manfaat
Mengukur tingkat kerentanan masyarakat terhadap
perubahan iklim bidang permukiman.
BAB II
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI
Pada BAB II ini akan di jelaskan tentang cara
penggunaan/pengoperasian instrumen Pengukuran tingkat kerentanan masyarakat
menghadapi perubahan iklimterbagi atas 2 (dua) pengguna utama yaitu :
1.
Responden (Individu/Keluarga
Masyarat, Tokoh Masyarakat, yaitu : pengguna yang akan mengisi data kuisioner
yang akan dipandu oleh petugas lapangan.
2.
Administrator,
yaitu petugas yang bertanggung jawab dalam melakukan pengolahan dan penyajian
data.
2.1. Cara Pengoperasian Aplikasi
Tahapan awal dalam mengoperasikan
aplikasi ini adalah dengan menjalankan file usbwebserver.exe, sesaat kemudian akan muncul tampilan gambar 1.
2.3.1. Laporan
Menu Laporan
merupakan menu pilihan yang digunakan untuk hasil dari Indeks Kapasitas
Adaptasi Masyarakat Daerah Rentan Air
Minum terkait Dampak Perubahan Iklim. Seperti contoh tampilan gambar 21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar